Perpustakaan yang Relevan di Era Generasi Z: Mengikuti Perubahan untuk Melayani Generasi Digital

 

Perpustakaan yang Relevan di Era Generasi Z: Mengikuti Perubahan untuk Melayani Generasi Digital

 

Generasi Z, yang terdiri dari individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2010-an, telah tumbuh dalam era teknologi digital yang mengubah cara mereka mengakses informasi, berkomunikasi, dan belajar. Bagi perpustakaan, berinteraksi dengan Generasi Z adalah tantangan dan peluang sekaligus. Artikel ini akan membahas peran perpustakaan dalam menghadapi Generasi Z, mengapa perpustakaan masih relevan bagi generasi ini, dan strategi yang dapat diterapkan untuk menarik dan melayani mereka.

 

Perpustakaan di Era Generasi Z

 

Mengenali Generasi Z

Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang sangat terhubung secara digital. Mereka akrab dengan teknologi, media sosial, dan informasi yang berlimpah. Kebiasaan membaca dan mengakses informasi mereka seringkali didasarkan pada perangkat elektronik seperti ponsel cerdas, tablet, dan komputer. Di Sumatera Barat Badan Pusat Statistik Sumatera Barat (BPS Sumbar) mengungkap penduduk di provinsi itu berdasarkan komposisi usia kini didominasi generasi milenial dan generasi Z mengacu kepada hasil sensus penduduk 2020.

"Jumlah penduduk Sumbar saat ini telah mencapai 5,3 juta jiwa, generasi milenial mencapai 24,25 persen dan generasi Z 30,56 persen," kata Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Sumbar, Krido Saptono.

Ia menjelaskan generasi milenial adalah mereka yang lahir pada 1981-1996 dengan perkiraan usia saat ini 24-39 tahun. Sedangkan generasi Z lahir 1997- 2012 dengan rentang usia 8-23 tahun. Hal ini menurut Krido merupakan peluang dan tantangan karena di masa depan generasi ini yang akan menjadi aktor pembangunan yang akan menentukan masa depan Sumbar," kata dia.

Ia menilai generasi milenial dan Z dapat menjadi peluang untuk membantu percepatan pertumbuhan ekonomi karena berada dalam usia produktif.

 

Tantangan Bagi Perpustakaan

Dalam menghadapi Generasi Z, perpustakaan di Sumbar dihadapkan pada beberapa tantangan utama:

1. Persaingan dari Sumber Daya Digital:  Generasi Z memiliki akses mudah ke berbagai sumber daya digital, termasuk e-buku, audiobook, dan platform pembelajaran online. Perpustakaan perlu bersaing dengan sumber daya ini untuk mempertahankan relevansinya.

 

2.  Menghadapi Tren Pembelajaran Online:  Generasi Z cenderung mencari informasi dan belajar online. Perpustakaan perlu menyediakan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mereka.

 

3.  Perubahan Kebiasaan Membaca:  Gaya membaca Generasi Z mungkin berbeda. Mereka lebih cenderung membaca potongan-potongan informasi yang singkat daripada buku panjang. Perpustakaan perlu menyesuaikan koleksinya untuk mencerminkan preferensi ini.

 

 

Mengapa Perpustakaan Masih Relevan?

 

Meskipun perubahan besar dalam cara Generasi Z mengakses informasi, perpustakaan masih memiliki banyak nilai yang dapat ditawarkan kepada generasi ini:

 

    1. Sumber Daya Diversifikasi

Perpustakaan dapat menjadi tempat yang menawarkan akses ke berbagai jenis sumber daya, termasuk buku cetak, e-buku, audiobook, database online, dan perangkat lunak pembelajaran. Hal ini memungkinkan Generasi Z untuk menjelajahi minat mereka dengan lebih bebas.

 

    2. Ruang untuk Belajar dan Berkumpul

Perpustakaan juga bisa menjadi ruang yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan bekerja sama. Generasi Z dapat menggunakan perpustakaan sebagai tempat studi kelompok, mengikuti lokakarya, atau menghadiri acara sosial.

 

    3. Ahli Informasi

Perpustakaan adalah tempat di mana individu dapat mencari bantuan dari pustakawan yang terlatih dalam mengakses dan mengevaluasi informasi. Ini adalah keterampilan yang sangat berharga dalam era informasi digital yang kompleks.

 

   Strategi untuk Menarik dan Melayani Generasi Z

 

Untuk menjalin hubungan yang kuat dengan Generasi Z, perpustakaan dapat menerapkan beberapa strategi berikut:

 

    1. Membangun Prakarsa Digital

Perpustakaan dapat mengembangkan koleksi digital yang kuat, termasuk e-buku dan audiobook. Mereka juga dapat mengintegrasikan platform pembelajaran online ke dalam layanan mereka.

 

    2. Memanfaatkan Media Sosial

Perpustakaan dapat menggunakan platform media sosial untuk berkomunikasi dengan Generasi Z, mempromosikan acara, dan berbagi sumber daya yang relevan.

 

    3. Membuat Pengalaman Interaktif

Perpustakaan dapat menyelenggarakan acara dan kegiatan yang interaktif, seperti klub buku online, lokakarya pembuatan konten digital, atau kompetisi menulis.

 

    4. Mendorong Partisipasi Aktif

Mendorong Generasi Z untuk berpartisipasi dalam perpustakaan sebagai relawan atau anggota dewan perpustakaan muda dapat membangun rasa kepemilikan dan keterlibatan yang lebih besar.

 

    5. Program Pendidikan tentang Literasi Informasi

Mengadakan program literasi informasi yang mendalam untuk membantu Generasi Z dalam mengembangkan keterampilan kritis untuk mengevaluasi informasi yang mereka temui secara online.

 

  Kesimpulan

 

Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dalam era digital yang cepat. Namun, perpustakaan masih memiliki peran yang penting dalam menyediakan sumber daya, ruang, dan bantuan yang diperlukan untuk membantu mereka tumbuh dan belajar. Dengan beradaptasi dengan perubahan dan menggunakan strategi yang tepat, perpustakaan dapat tetap relevan dan bermanfaat bagi Generasi Z dalam era digital yang terus berubah. (Nia)

Sharing :    
  About

Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat adalah sebuah instansi Pembina Perpustakaan dan Kearsipan di daerah ini.

  Statistik Pengunjung
4 Online
306 Visitor Today
347 Visitor Yesterday
272789 All Visitor
1000863 Total Hits
34.204.198.73 Your IP address

  Contact Us
  Alamat :

Jalan Diponegoro No.4 Padang (Sekretariat dan Perpustakaan Provinsi) dan Jalan Pramuka V No. 2 Khatib Sulaiman Padang (Kearsipan)

Tel : (0751) 7051348
Mail : dapprovsumbar@gmail.com
Business Hours : 7:30 - 15:00